Kamis, 11 September 2014

KANKER DAN KESEHATAN

Kanker dan Kesehatan

Kanker umumnya merupakan penyakit yang dapat dicegah. Dua pertiga kematian karena kanker diperkirakan oleh penggunaan tembakau, diet yang buruk, obesitas, Dan kurangnya latihan jasmani. Semua faktor ini dapat diubah. Namun demikian, kesadaran akan kemungkinan mencegah kanker melalui perubahan gaya hidup masih belum disadari secara luas.
1. DIET
Diet merupakan bidang yang subur untuk perhatian intervensi individu Dan sosial guna menurunkan kemungkinan risiko menderita kanker tertentu. Berbagai penelitian menyadiakan banyak informasi, yang kadang kala kontradiksi mengenai detrimental Dan protektif dari berbagai makanan. Ada bukti kuat bahwa lemak tubuh berlebihan meningkatkan risiko timbulnya beberapa jenis kanker. Kebanyakan informasi nutrisi yang berhubungan dengan kanker memperingatkan tentang diet tinggi lemak, penyebab sebenarnya adalah kelebihan kalori. Penelitian menunjukkan adanya hubungan, meskipun kecil, antara lemak tubuh Dan komposisi lemak pada diet. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi kalori yang berlebihan dari lemak Dan karbohidrat menimbulkan hasil yang sama dengan kelebihan lemak tubuh. Cara paling ideal untuk menghindari lemak berlebihan adalah membatasi konsumsi kalori Dan atau menyeimbangkan konsumsi kalori dengan latihan yang cukup.
Tetap penting untuk membatasi konsumsi kalori, karena bukti yang ada masih mendukung hubungan antara kanker Dan lemak polyunsaturated, saturated, Dan lemak hewani. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah Dan produk susu yang tinggi dapat meningkatkan risiko terkena beberapa jenis kanker tertentu. Salah satu strategi perubahan diet yang positif adalah mengganti daging merah dengan daging ayam, ikan, kacang-kacangan, Dan kacang polong.
Konsumsi buah-buahan Dan sayuran yang tinggi telah dihubungkan dengan penurunan risiko kanker, paling tidak 10 jenis kanker. Hal ini mungkin disebabkan faktor protektif, seperti carotenoid, asam folik, vitamin C, flavonoid, phytoestrogen Dan isothiocyanates. Bahan-bahan ini biasanya disebut antioksidan.
Ada bukti kuat bahwa konsumsi alkohol sedang hingga tinggi juga meningkatkan risiko terkena beberapa jenis kanker. Sebuah alasan untuk hal ini mungkin karena alkohol mengganggu tersedianya asam folik. Alkohol bil dikombinasikan dengan tembakau meningkatkan kemungkinan timbulnya beberapa jenis kanker tertentu.
2. LATIHAN JASMANI
Latihan jasmani atau olah raga yang tinggi menurunkan kemungkinan munculnya beberapa jenis kanker. Menurut para peneliti di Universitas Harvard, Amerika, jika seluruh populasi meningkatkan level latihan fisik mereka dengan cara berjalan cepat selama 30 menit setiap hari 9atau penghabisan energi yang sama dengan aktivitas lain), akan mendapatkan penurunan angka kanker kolon sebesar 15%.
Wanita yang mempunyai level latihan fisik tinggi selama hidupnya mempunyai kemungkinan terkena kanker payudara lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak aktif. Shanghai Breast Cancer Study mengevaluasi level aktivitas pada 1,459 wanita dengan kanker payudara Dan 1,556 wanita kelompok kontrol – kedua kelompok berusia sama. Wanita yang latihan selama masa remaja Dan dewasa mengalami penurunan risiko kanker payudara paling signifikan.
This entry was posted in Artikel Kesehatan. Bookmark the permalink.

Deklarasi Penolakan Paham dan Gerakan ISIS

Deklarasi Penolakan Paham dan Gerakan ISIS
 




Sebanyak 300 orang mengikuti Deklarasi  Penolakan Paham dan Gerakan ISIS di Kota Mojokerto yang digelar Rabu (10/9) pagi di depan Kantor Pemkot Mojokerto Jalan Gajahmada No. 145.

Kegiatan deklarasi tersebut dihadiri oleh MUI, FKUB, FPK, Forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM), Persatuan Gereja Indonesia, Perwakilan Mahasiswa dan pelajar, Badan Musyawarah Antar Gereja, Para Tokoh Msyarakat Kota Mojokerto serta FORPIMDA.
Kepala Bakesbang Kota Mojokerto, Sriyono mengatakan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah  untuk meningkatkan kepekaan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi timbulnya dan paham gerakan ISIS di Mojokerto dan memelihara situasi dan keamanan masyarakat Kota Mojokerto yang semakin kondusif.
Kapolresta Kota Mojokerto Wiji Suwartini menyatakan bahwa ISIS di Indonesia dikenal sebagai Negara Islam Irak dan Syuriah. Pemerintah dan POLRI menolak paham dan gerakan ISIS. “Polri telah melaksanakan Razia, meningkatkan deteksi dan sosialisasi mengenai ISIS”, katanya.
Dalam rangka menanggulangi perkembangan ISIS di Mojokerto, pihaknya mempunyai beberapa strategi untuk menanggulangi itu semua. “Selalu berkoordinasi dalam menjaga stabilitas, aktif mengikuti sosialisasi, tingkatkan peran serta dalam forum keagamaan serta ciptakan situasi masyarakat yang menyejukkan,“  jelasnya.
Tak hanya Kapolresta yang antusias dengan deklarasi penolakan paham dan gerakan ISIS ini, namun Komandan Kodim Mojokerto Letkol Arm Putranto Gatot pun juga antusias dengan deklrasi ini. “Kita harus menjaga negara Indonesia dan kota kita, wujudkan 4 hal yaitu pancasila sebagai ideologi negara kita, UUD 1945 adalah landasan kita, NKRI adalah wadah yang harus dijaga supaya tetap utuh dari segala hambatan baik dari dalam maupun dari luar, serta Bhineka Tunggal Ika. Kita sama – sama untuk menjaga keutuhan dan keamanan Negara Indonesia” kata Komandan Kodim Kota Mojokerto.”
Sementara itu, Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus berharap agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi keamanan dan ketertiban kota Mojokerto. “ISIS merupakan suatu ideologi yang mengatasnamakan agama, tetapi ideologi bertentangan dengan ideologi negara Indonesia, ISIS INI WAJIB DITOLAK!, NKRI HARGA MATI !,” tandasnya.
Mas’ud Yunus pun menegaskan bahwa Indonesia bukan negara Agama, tetapi Negara Indonesia adalah milik orang beragama dan Negara Indonesia bukanlah negara sekuler melainkan negara pancasila.
“Kita harus menjaga keutuhan NKRI. Mojokerto sebagai kota yang heterogen berbagai etnis, agama bisa dijumpai di Kota Mojokerto namun masyarakat wajib bisa hidup dengan damai. Kita juga harus meningkatkan kualitas dan kerukunan beragama, persatuan dan kesatuan harus tetap terjaga agar Kota Mojokerto lebih bersatu, maju dan lebih sejahtera,”pungkasnya.
Pembacaan naskah deklarasi penolakan gerakan dan paham ISIS pada kesempatan ini dipandu oleh Mulyadi selaku tokoh masyarakat kota Mojokerto. (Rr, Nv - Humas)

Selasa, 09 September 2014

PSN 60 MENIT

PSN Menjadi Budaya Hidup Bersih Sepanjang Massa










Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) selama 60 menit sampai saat ini masih tetap eksis.  Program yang dilaksanakan minimal 60 menit satu minggu sekali sampai dengan saat ini masih tetap berjalan dan dilaksanakan oleh seluruh warga Kota Mojokerto.  Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kasus Demam Berdarah di Kota Mojokerto mampu diminimalisir hingga nol prosen.  Bermula mungkin orang mengatakan, ini hanya kegiatan seremonial saja.
Kunjungan pucuk pimpinan dan jajaran pejabat Dinas kesehatan dianggap hanya sekedar formalitas.  Namun fakta tidak dapat dipungkiri, karena hasilnya sangat luar biasa.  Bahkan keberhasilan PSN 60 menit di Kota Mojokerto ini menjadi inspirasi daerah lain di Indoenesia untuk mengikutinya. Tidak sedikit Kab/Kota di seluruh Indonesia yang sudah berkunjung dan belajar langsung saat PSN 60 menit digelar di Kelurahan-kelurahan.  
Eksistensi dari program ini memang tidak terlepas dari dukungan dan komitmen semua pihak. Ujung tombak berhasilnya adalah pada kinerja kader motivator kesehatan yang berada ditingkat RT/RW.  Mereka merasa bahwa melakukan  pemantauan jentik minimal satu minggu ini adalah bagian dari tugas pokok, tanpa harus menghitung berapa kontribusi atau jasa yang diterima setiap bulannya.  Akan tetapi ini adalah bagian dari kewajiban sebagai warga masyarakat di Kota Mojokerto.  Pernyataan iklas itu juga sempat diungkapkan oleh para kader setiap kali bertemu Walikota Mojokerto saat kunjungan PSN diwilayahnya.  
Seperti halnya salah satu kader di Kelurahan Jagalan.  Saat PSN dijadwalkan di RW.01 Lingkungan Jagalan Kelurahan Jagalan pada jumat 11/10/13 kemarin.  Uliati kader terbaik di Jagalan ini mengatakan bahwa, dengan PSN hidup seseorang menjadi berubah.  Artinya kebiasaan-kebisaan berperilaku hidup bersih akhirnya menjadi budaya.  Hal ini disampaikan sebagai ungkapan terima kasih kepada Walikota Abdul Gani yang akan segera mengakhiri jabatannya.  
Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Gus Kodri ketua RW.01 lingkungan Jagalan selaku tuan rumah dalam PSN ini.  Mantan aggota dewan ini juga menyampaikan bahwa, sebenarnya program PSN ini diadopsi dari daerah lain di Jakarta, namun daerah tersebut tidak berhasil melaksanakan dengan baik.  Justru di Kota Mojokerto dapat berjalan dengan baik sehingga menjadi icon pembangunan dibidang kesehatan.  Hal ini tentu sebagai bukti komitmen dari Pemerintah daerah yang telah melaksanakan program tersebut serta mendapat dukungan sepenuhnya dari masyarakat.  Demikian juga dengan program Jam Wajib Belajar akan diadopsi oleh Pemerintah Pusat.  Sang ustad yang kediamannya dekat dengan Masjid Anawawi ini juga bilang, sebagai seorang pemimpin mempunyai tugas yang sangat sulit.  Ketika kesulitan itu sudah dapat diatasi, maka masih ada tugas yang lebih sulit lagi, oleh karenanya pada kesempatan tersebut pak RW ini menyampaikan selamat dan sukses kepada pak Gani selaku
Walikota hingga dua periode, dan menyampaikan selamat bertugas kepada penggantinya Bapak Masud Yunus selaku Walikota Terpilih.  
Kesan lain yang disampaikan dalam acara dialog di jagalan Gg. II  itu disampaikan oleh Rahman.  Sesepuh kampong ini menyampaikan ungkapan isi hatinya secara lugas dan unik, karena usianya yang sudah lanjut dan struktur gigi yang tidak sempurna lagi, maka kata-kata yang diucapkan membuat para tamu undangan bisa tertawa.  Rahman yang sangat berpengalaman dan hafal perjalanan sejarah di Kelurahan Jagalan bahkan sejarah Kota Mojokerto dengan segenap pemimpinnya, dapat merasakan akan beberhasilan Pak Gani sebagai Walikota selama dua periode ini.  Kesan yang ditangkap selama kepemimpinan pak Gani banyak membawa barokah dan amanah.   Kalimat bahasa inggris yang artinya selamat jalan Bapak Waikota Abdul Gani dan Selamat datang Bapak Msud Yunus selaku Walikota yang baru  diucapkan mirip-mirip bahasa jepang lantaran artikulasi yang kurang jelas, membuat para tamu undangan “ger-geran” tertawa.  Namun  tokoh yang satu ini luar biasa begitu memiliki semangat dan peduli terhadap lingkungannya.
Kegiatan sremonial yang diawali dengan samutan Lurah Jagalan Sudiono,  mengatakan bahwa para kader di Kelurahan Jagalan mempunyai semangat yang luar biasa.  Sebagai lurah baru dapat merasakan bagaimana  kinerja para kader di ilayah kerjanya ini.  Menurutnya PSN bukan lagi merupakan sebuah program namun sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat.   Walikota yang juga didampingi oleh Wawali dan Sekdakot serta jajaran SKPD terkait, Camat dan Lurah se-Kecamatan Magersari.
Walikota  Abdul Gani dalam sambutannya juga menyampaikan kegembirannya sebagai pemipmpin sekaligus sebagai warga Kota Mojokerto.  Saking cintanya terhadap Kota Mojokerto pak Gani berulang kali menyampaikan kepada masyarakat disetiap kali kegiatan bahwa, dirinya dan keluarga akan tetap tinggal di Kota Mojokerto.  Setelah purna tugas nanti pak Gani masih menjadi warga Kota Mojokerto.  Sebagai bukti kecintaan tersebut,  pak Wali sudah menyiapkan rumah masa depan yaitu dengan menghibahkan tanahnya kepada pengurus kematian di lingkungan Gembongsari Kelurahan Balongsari.  Makam yang ada didekat lingkungan Tropodo Kelurahan Meri ini sudah tersedia untuk pak Gani dan Keluarga jika sudah saatnya tiba dipanggil Illahi Rooby.  Saat ini hibah tanah tersebut masih berproses balik nama kepada pengurus kematian lingkungan Gembongsari.  Hal lain yang disampaikan adalah mengenai usulan warga jagalan yang belum terealisasi selama kepemimpinannya yaitu usulan merubah nama Gang.  Untuk merubah nama Gang atau jalan ini harus melalui proses penetapan sidang pleno legislative, oleh karena waktunya belum mencukupi maka ini menjadi tugas dari Walikota terpilih Masud Yunus sebagai penerus tugas dari pak Gani yang belum tuntas.

KIM MEKARSARI BERSAMA IBU- IBU TIM PENGGERAK PKK KOTA MOJOKERTO

Ber-KB Perbuatan yang Mulia 
 

Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto bekerja sama dengan Kantor KBPP, Dinas Kesehatan dan TNI menggelar pelayanan KB, Kamis 28 Agustus 2014. Pelayanan yang juga dalam rangka TNI Manunggal KB-Kesehatan ini merupakan program kerja Kodim 0815 Kota Mojokerto. Kegiatan yang digelar di Puskesmas Blooto diikuti akseptor KB, dengan dihadiri Ketua dan Wakil Tim Penggerak PKK, Ketua Persit, Danramil dan lurah se-Kecamatan Prajurit Kulon.
Program ini mendukung untuk penurunan angka kesakitan pada ibu hamil. Dimana bila program KB berhasil maka diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Kerjasama antara TNI, Dinas Kesehatan dan Kantor KBPP ini merupakan program nasional. Pada tanggal 18 September akan diadakan di Kecamatan Magersari. Namun demikian pelayanan KB tidak hanya pada saat momen ini saja, tapi dapat dilakukan kapanpun di puskesmas terdekat.
Di Kecamatan Prajurit Kulon sendiri pada saat pelaksanaan diikuti oleh akseptor KB dengan cara IUD sebanyak 22 orang, implant 19 akseptor, modus operasi wanita 5 orang dan modus operasi pria sebanyak 2 orang. Para akseptor ini diperoleh dari petugas Babinsa TNI yang bertugas di lapangan.
Siti Amsah Mas’ud Yunus, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat terus terlaksana. “Mengingat keberhasilan KB adalah terkendalinya ledakan penduduk yang dapat menyebabkan rentetan masalah seperti ketidakseimbangan lingkungan, rusaknya sistem sosial, tingginya angka kemiskinan hingga benturan budaya di masyarakat. Oleh karena itu pertumbuhan penduduk patut menjadi perhatian kita semua,” harapnya.
Menjaga pertumbuhan penduduk pada kondisi ideal berarti kita turut mewariskan kondisi kota yang baik bagi generasi yang akan datang. Secara statistik program KB di Kota Mojokerto menunjukkan hasil yang positif. Hal ini ditandai dengan meningkatnya peserta KB yang aktif dari tahun ke tahun, yang selanjutnya mendapatkan penyuluhan dan akhirnya menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang. “Ber-KB tidak hanya meringankan beban keuangan keluarga, namun juga merupakan perbuatan yang sungguh mulia. Ayo ikut KB. Dua anak lebih baik,” serunya. (kha, Rr - Humas)

KIM MEKARSARI DALAM TEMU WICARA KIM JATIM 2014

Temu Wicara KIM Jatim 2014

1. Pelantikan Pengurus Forum KIM Jatim periode 2014 - 2016
2. Pemaparan Sinergitas KIM dengan TC
3. Pemaparan Program Kerja Forum KIM Jatim periode 2014-2016

26 Agustus 2014, Dinas Kominfo Prov. Jatim · Diperbarui sekitar 2 minggu yang lalu · Diambil di Dinas Komunikasi Dan Informatika Provinsi Jawa Timur

Anggota KI Jatim Periode 2014-2018 Dilantik

18 Agustus, 2014, Berita, by KI JATIM
Pelantikan Komisioner 2014

Lima anggota Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur (KI Jatim) masa bhakti 2014-2018 dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum, di ruang rapat Binaloka Adhikara, kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (18/8/2014).

Anggota komisioner tersebut antara lain adalah Zulaikha, Wahyu Kuncoro, Mahbub Junaidi, Dra. Isrowi Farida dan Ketty Tri Setyorini, dilantik berdasar Keputusan Gubernur Jatim Nomor: 188/463/KPTS/013/2014 tertanggal 8 Agustus 2014.

Dalam sambutannya, Gubernur Soekarwo menyampaikan pentingnya keterbukaan informasi dalam era demokrasi untuk meningkatkan kesejahteraan. Namun demikian keterbukaan juga harus sesuai dengan aturan. “Demokrasi memberikan kekuatan untuk keterbukaan, harus ada keseimbangan antara hak dan kewajiban,” ujarnya.

Acara pelantikan dan pengambilan sumpah ini dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan Provinsi Jawa Timur, Panitia Pemilihan Anggota KI, dan Perwakilan Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur.(RH)

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA KIM KOTA MOJOKERTO


SOSIALISASI BPJS UNTUK ANGGOTA KIM SEKOTA MOJOKERTO





 PENTINGNYA PENGETAHUANA TENTANG BPJS 

BAGI ANGGOTA KIM 

Masih minimnya wawasan tentang  pengetahuan tentang BPJS itu sendiri.dimana tahapan awal penerimaan BPJS hanya merupakan bentuk pengalihan dari layanan sebelumnya (askes dan Jamsostek red) menuju kearah BPJS.Dalam hal ini prioritas BPJS di awal merupakan bentuk pengalihan pelayanan dari  peserta lama menuju pelayanan baru.hal yang kita bisa simpulkan bahwa dalam proses awal ini lembaga BPJS masih dalam proses menyiapkan fasilitas pelayanan dan belum terfokus pada  pemberian keterangan pada masyarakat.dengan penelitian ini kita dapat membantu masyakat untuk memahami mengenai BPJS itu sendiri.