Kamis, 15 Januari 2015

Sidak di Rumah Pintar Pulorejo



Walikota Mojokerto Rabu (7/1) menggelar sidak di rumah pintar di Kelurahan Pulorejo Kecamatan Prajuritkulon. Sidak yang diikuti Asisten, sejumlah Kepala SKPD, Kepala Sekolah, Camat dan Lurah ini juga diisi dengan sesi dialog.

“Rumah pintar ini merupakan Kerjasama antara pemkot dengan warga Pulorejo. Ini merupakan kegiatan untuk mendukung Pulorejo sebagai kampung bahasa,” kata Walikota Mas’ud Yunus.

Lebih lanjut dijelaskan Mas’ud, Pak Bambang ini yang menyediakan fasilitas bangunanan mebelair, untuk peralatan dan tutor nanti menjadi tanggung jawab pemkot dalam bentuk kerjasama.

Selain itu untuk mendukung kampung bahasa, kata Mas’ud, mulai selasa malam akan dilaksanakan pendidikan tutor bahasa inggris, bagi masing2 RW di Pulorejo, dan akan bekerjasama dengan mister kalen di Pare.

Selain rumah pintar, rencananya nanti di daerah ini juga akan didirikan rumah sehat, “Rumah sehat ini untuk konsultasi kesehatan preventif, ada fitness, konsultasi gizi. Dan ada pula rumah terampil, rumah wayang atau rumah budaya,” papar Mas’ud.

Dalam program ini Semua SKPD akan terlibat didalamnya. “Ruhnya dinas P dan K dan Dinas Kesehatan, tapi SKPD semua yang terkait akan ikut didalamnya, ini merupakan konsep pembangunan terintegrasi,” pungkas Mas’ud.

Pemkot Akan Gelar Kenduri 2015 Layah



Meskipun Kota Mojokerto minim sumber daya alam, tapi hal ini tidak menyurutkan semangat Walikota Mas’ud Yunus agar Kota yang terdiri dari 2 Kecamatan ini dapat menarik wisatawan. Banyak acara-acara yang dikemas menarik sehingga masyarakat umum dapat datang untuk ikut berpartisipasi. Dan pada awal tahun 2015 ini, Walikota Mas’ud Yunus akan mengadakan Kenduri Maulid dengan 2015 Layah.

Acara dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1436 Hijriyah ini akan diadakan hari Minggu 18 Januari 2015. “Jam 08.00 WIB sampai dengan selesai, peserta dari warga masyarakat, SKPD dan Sekolah berbondong-bondong ke lapangan Surodinawan untuk mengikuti acara ini. Dengan membawa asahan yang ditempatkan di layah. Masing-masing kelompok membawa 4 layah berisi nasi kuning atau nasi gurih yang seluruhnya akan berjumlah 2015 layah,” kata Walikota Mas’ud Yunus.

Layah bukan saja piranti dapur yang digunakan untuk membuat sambal. Tapi jaman dahulu, layah juga dipakai untuk tempat makan bersama-sama. Sehingga suasana kebersamaan, guyub rukun dapat terjalin ketika makan dalam satu layah. Di awal tahun 2015 ini, walikota berharap dengan acara Kenduri Maulid dengan 2015 layah ini dapat membuat masyarakat Kota Mojokerto lebih guyub rukun membangun Kota Mojokerto bersama-sama.

Menurut Walikota Mas’ud Yunus, acara bancakan maulid dengan layah ini merupakan budaya islam nusantara yang sudah ada sejak jaman dahulu. “Saya ingin menghidupkan budaya islam nusantara di Kota Mojokerto. Siapa lagi yang melestarikan budaya islam nusantara kalau tidak dimulai dari kita sendiri. Saya harap acara ini nantinya juga menjadi acara tahunan yang menarik wisatawan ke Kota Mojokerto,” imbuhnya.

Undangan kegiatan tersebut sebanyak lebih dari 7000 orang dengan memakai baju warna oranye atau putih. Terdiri dari Forpimda Mojokerto, Jamaah Al Ummahat, FKMT, Kepala Sekolah, pelajar, SKPD, RT, RW, organisasi islam dan Masyarakat se-Kota Mojokerto.

Masyarakat umum juga bisa langsung datang untuk memeriahkan. Karena pada acara ini juga diadakan kegiatan donor darah. Dan setiap pendonor berkesempatan untuk mendapatkan ratusan doorprice. “Peserta dan undangan yang datang juga saya wajibkan membawa tas plastik atau kresek untuk tempat sampah. Ini penting. Karena saya ingin nanti setelah acara, masing-masing peserta punya tanggung jawab dalam kebersihan lingkungan,” terangnya. (kha,

Rabu, 31 Desember 2014

Kronologi Hilangnya Pesawat Air Asia.



Kabar hilangnya pesawat Air Asia dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura, memang mengejutkan banyak pihak. Berikut kronologi hilangnya pesawat type Airbus A320, seperti yang disampaikan Ignatius Bambang Tjahjono Dirut Airnav.

Menurut Ignatius, pada pukul 06.16 WIB pagi, pesawat masih terlihat di radar, selanjutnya pada 06.17 pesawat hilang kontak dengan ATC,
kemudian 06.18 WIB target hilang dari radar.
Ignatius menerangkan, awalnya pesawat sempat melakukan komunikasi dengan ATC Jakarta, pukul 06.12 WIB pada ketinggian 140320.

"Pada saat kontak, ATC radar Jakarta mengidentifikasi pesawat pada layar radar, pada saat kontak (pilot) pesawat menyatakan ingin menghindari awan ke arah kiri, dari rute M635 dan minta naik ke ketinggian 38 ribu kaki,"

Dia melanjutkan, pada pukul 06.16 WIB, pesawat masih terlihat di layar radar, kendati pukul 06.17 pesawat hanya nampak sinyal. Pada saat itu
sekaligus pesawat hilang kontak dengan ATC.
"Pukul 06.18 target hilang dari radar, hanya tampak flight name trek," ujarnya.

"Dari ATC, kami sudah menyatakan interval, jadi tahap hilang kontak pada pukul 07.08, jadi alerva tahap lanjutan pesawat pada 07.28, kemudian pernyataan pesawat hilang pada 77.55.

Pesawat jenis Airbus A320-200 ini membawa 155 penumpang, yang terdiri dari 138 penumpang dewasa, 16 anak, satu bayi, dua pilot, empat awak kabin dan satu teknisi. Pesawat diterbangkan oleh Kapten Irianto.




Tiga Warga Kota Mojokerto, Ikut Jadi Korban Air Asia


Tiga warga kota Mojokerto ternyata masuk dalam manifest pasawat Air asia dengan nomor penerbangan QZ 8501 yang dinyatakan hilang sejak Minggu (28/12/2014), dan hingga saat ini (Senin, 29/12/2014) belum ditemukan. Ketiganya adalah Mulya Hadi Kusuma (35), Lia Sari (36) dan Anjelin Ester Emanuel (3), yang selama ini tinggal di toko Sumber Jaya Motor di Jalan Gajahmada No 85C, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Selain 3 orang yang terhitung satu keluarga, juga ada naam Andrian Ferdiando yang merupakan keponakan Lia Sari. Andrian juga dipastikan ikut jadi korban, karena masuk rombongan keluarga yang akan menikmati liburan tahun baru di singapura.

Informasi ini disampaikan oleh Lely Lestawati dan Ranu Wijaya yang merupakan orang tua Mulya Hadi. Keduanya juga sempat mengantarkan rombongan kecil ini ke bandara Juanda. "Kita antar mereka kemarin pagi, naik mobil ke Bandara Juanda. Ada empat orang, anak, menantu, cucu dan keponakan menantu saya," ungkapnya.

Sementara Lely sendiri mengetahui kabar hilangnya Air Asia QZ 8501 dari tayangan di televise. "Tahu dari TV, ada nama mereka dan kebutulan kita sendiri mengantar mereka ke Bandara Juanda. Mereka naik pesawat Air Asia ke Singapura untuk liburan akhir tahun selama satu minggu, sampai tanggal 2 Januari 2015 mendatang. Kemarin kita sudah ke Bandara Juanda tapi kita diminta untuk menunggu," kata Leli lagi.

”Yah, kita berharap semoga cepatketemu dan pemerintah serius untuk mencari keberadaan pesawat Air Asia," harap Lely

elang Tahun Baru, Ratusan Motor di Sita Karena Pakai Knalpot Brong



Menjelang perayaan tahun baru 2015, Polres Mojokerto Kota berhasil menyita ratusan sepeda motor yang memakai knalpot brong. Penyitaan itu dilakukan saat razia selama 3 hari dibeberapa titik, diantaranya jalan Empunala, jalan Benteng Pancasila dan kawasan Rolak Songo.

AKP Triyanto – Kasat lantas Polresta mengatakan, ada sekitar 130 sepeda motor yang berhasil disita karena memakai knalpot brong. ”itu jelas melanggar peraturan lalulintas yang onderdilnya tidak sesuai standart dan sangat mengganggu pengendara lain”, ungkapnya.

Kata Kasat Lantas, setelah dirazia, sepeda motor yang didominasi milik pemuda itu disita dan dibawa ke Mapolres.

”Pemiliknya baru bisa mengambil kembali motor mereka setelah ada putusan dari pengadilan sekitar tanggal 5 Januari 2015 nanti. Selain membayar denda, pemiliknya juga diwajibkan mengganti knalpot mereka dengan knalpot standar. Namun jika tidak, maka sepeda motornya akan tetap disita”, kata Kasat Lantas.

Rencanaya, razia knalpot brong tersebut akan terus digelar polisi sampai tahun baru nanti. Sedangkan untuk knalpot brong yang sudah berhasil disita akan dimusnahkan dengan cara diremukkan.

Senin, 29 Desember 2014

Pengusaha Terompet Beromset Puluhan Juta Saat Tahun Baru



Menjelang tahun baru 2015, pengusaha terompet di Mojokerto kebanjiran rejeki. Tak tanggung-tanggung omsetnya diperkirakan mancapai Rp 22 juta lebih di momen perayaan pergantian tahun nanti.

Sukarman – salah satu produsen terompet di pasar Kranggan Prajurit Kulon kepada Bagus Muslihin mengatakan, jumlah pesanan naik 200 persen dibandingkan hari biasa.

”Rata-rata saya menerima pesanan sebanyak 6000 terompet perbulan. Ini terhitung sejak bulan November sampai sekarang ini berhasil menjual 18 ribu lebih terompet”, kata Sukarman saat ditanya wartawan.

Bahkan khusus perayaan tahun baru, pihanya bisa memroduksi 3 model terompet,. Mulai model klasik atau Gonjer, model kepala naga hingga kupu-kupu.

”Untuk model Gonjer dijual Rp 1.200 per biji. Sedangkan model kepala naga dan kupu-kupu ukuran kecil seharga Rp 5 ribu per biji”, ucapnya.

Pemkot Mojokerto Bangun Empat Tugu Senilai Rp 1, 5 Miliar



Empat tugu bakal dibangun di wilayah Kota Mojokerto dengan anggaran Rp 1, 5 miliar dari APBD 2015 di pos Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).

Hartono Kepala DKP, melalui Kabag Humas Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, anggaran miliaran rupiah itu termasuk untuk biaya lomba desain. “Untuk desain tugu yang semuanya bernuansa Mojopahit rencananya dilombakan. Jadi masyarakat dilibatkan secara langsung,” katanya, Jum'at (26/12/2014).

Semakin banyak peserta lomba, kata Dodik, akan semakin banyak masukan. Ini juga yang diinginkan walikota. Mas’ud Yunus berkeinginan untuk membangun tugu dengan nuansa Majapahitan. Sementara pembangunan tugu itu merupakan salah satu upaya Pemkot mempercantik wajah Kota Mojokerto.

Rabu, 17 Desember 2014

Kurikulum 2013 Pacu Guru Lebih Kreatif




Mojokerto - Sejumlah sekolah di Kota Mojokerto yang baru satu semester menerapkan Kurikulum 2013 (K-13) mengaku keberatan untuk kembali melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) 2006. Salah satu sekolah yang menolak tersebut adalah SMPN 5 dan SMAN 3 Kota Mojokerto.
kurikulum 2013 mojokertoKepala SMPN 5 Kota Mojokerto, Hermin Titisnowati mengatakan, jika kembali ke KTSP 2006 maka akan banyak guru yang kekurangan jam mengajar. “Dengan KTSP, di SMPN 5 tiap pekan hanya ada 32 jam pelajaran. Namun dengan K13, tiap pekan ada 40 jam pelajaran,” ungkapnya, Selasa (09/12/2014).

Masih kata Hermin, KTSP pukul 11.45 WIB sudah pulang tapi kalau K13 pukul 13.00 WIB baru pulang. K13 menurutnya menjadikan guru lebih kreatif dan inovatif sehingga anak juga makin kreatif dan inovatif. K13 berpusat pada siswa, sedangkan KTSP berpusat pada guru sehingga, lanjut Hermin, sebenarnya K13 ini sangat bagus buat siswa.

Hal yang sama disampaikan Kepala SMAN 3 Kota Mojokerto, M Umar. “Kalau kembali ke KTSP, akan ada sembilan guru SMAN 3 yang tidak dapat TPP (tunjangan profesi pendidik) karena mengajarnya kurang dari 24 jam seminggu,” ujarnya.

Pada K13, tegas Umar, jumlah pelajaran jauh lebih sedikit. Untuk SD hanya ada empat buku tematik namun bisa untuk sejumlah mata pelajaran. Sedangkan SMA ada 13 buku. Pada K13 jumlah pelajarannya memang lebih sedikit tapi prosesnya lebih lama sehingga jam pelajarannya lebih banyak.