Rabu, 12 November 2014

Walikota Ajak Masyarakat Memaknai Hari Pahlawan

Walikota Mas’ud Yunus menjadi inspektur upacara hari pahlawan, Senin (10/11) di halaman Pemkot Mojokerto kemarin. Upacara yang dihadiri Wawali, Sekda, Kapolresta, Forpimda dan Kepala SKPD ini berlangsung dengan khidmat. Tak hanya pejabat, upacara juga dihadiri belasan veteran asal Kota Mojokerto. Puluhan pegawai pemkot, kepolisian, TNI, guru dan pelajar yang menjadi peserta upacara, dalam kesempatan ini mengheningkan cipta beberapa menit diiringi bunyi sirine. Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus, dalam sambutannya menyampaikan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa. “Sejarah perjalanan bangsa dan negara Indonesia menunjukkan bahwa untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperlukan perjuangan panjang. NKRI tidak akan bisa berdiri menjadi negara yang merdeka berdaulat dan terhormat seperti saat ini, tanpa perjuangan para pejuang, pendiri bangsa dan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, pikiran serta hartanya,” kata Walikota. Sejarah bangsa dan negara Indonesia mencatat, perjuangan untuk merebut kemerdekaan dan mendirikan NKRI membutuhkan ikatan persatuan dan kesatuan yang kuat. “Komitmen para pejuang, pendiri bangsa dan para pahlawan untuk memersatukan bangsa ini melahirkan sikap kepahlawanan, kesetiakawanan sosial serta menguatkan memori kolektif bangsa saat itu supaya berani bertindak nyata untuk melawan penjajahan dan ketertindasan akibat kolonialisme dan imperialisme,” lanjutnya. Sikap kepahlawanan merupakan sebuah perwujudan tindakan dan pengorbanan yang penuh militansi. Sikap kesetiakawanan sosial adalah perwujudan dari kepekaan sosial atau batin. “Kita harus memaknai semua itu bukan hanya sekedar ungkapan saja, tetapi harus dijadikan sebagai kekuatan moral yang dapat diterapkan di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk Indonesia pada masa kini dan mendatang,” seru Walikota. Peringatan hari Pahlawan yang ke-69 tahun 2014 ini mengambil tema besar “Pahlawanku Idolaku”. Tema tersebut dipilih dimaksudkan untuk menggugah semangat kepahlawanan sebagai ukuran nilai, baik sebagai “panutan” maupun figur idola pencarian jati diri. Setelah upacara di halaman Pemkot, Walikota beserta Forpimda menuju Taman Makam Pahlawan “Gajahmada” di Jalan Pahlawan Kota Mojokerto untuk ziarah dan tabur bunga. Dalam kesempatan ini, bersama Bupati Mojokerto Mustofa Kemal Pasha melaksanakan upacara penghormatan pahlawan dengan inspektur upacara Komandan Korem 082/CPYJ Mojokerto, Kolonel Czi Suparjo. Setelah pemberian karangan bunga oleh inspektur upacara, Walikota bersama Bupati dan Forpimda melakukan tabur bunga di beberapa makam diikuti peserta upacara. (kha, Rr - Humas)

Selasa, 11 November 2014

UPACARA HARI SUMPAH PEMUDA KE 86 KOTA MOJOKERTO

“Bangun Soliditas Pemuda dan Berkelanjutan”
Peringatan Hari Sumpah Pemuda kembali diperingati di Kota Mojokerto dalam bentuk upacara yang berlangsung di Halaman Pemkot Mojokerto, selasa 28/102014. Dalam upacara ini diikuti karyawan-karyawati, TNI dan Polri, para tokoh pemuda, pelajar dan mahasiswa. Bertindak selaku Inspiktur upacara Walikota Mojoketo KH. Mas’ud Yunus. Pada kesempatan tersebut Walikota Mojokerto membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nachrowi. Dalam sambutannya Walikota bilang, kita patut berterimakasih kepada para tokoh pemuda yang pada tahun 1928 telah mampu menggagas dan mewujudkan ide-ide kebangsaan yang terangkum sangat indah dalam naskah sumpah pemuda. Semoga para pahlawan bangsa yang menjadi deklarator sumpah pemuda mendapatkan tempat yang layak di sisi – nya sesuai dengan amal baktinya terhadap bangsa dan negara. Hadirin, peserta upacara yang kami hormati, khususnya para pemuda yang kami banggakan, Setiap kali kita memperingati hari sumpah pemuda, maka yang terbayangkan adalah heroisme tanpa kenal lelah dari para pemuda kita untuk mendeklarasikan gagasan perjuangan dan mewujudkan ide cemerlangnya tentang negara indonesia, tentang tekad bulatnya untuk mewujudkan satu bangsa, satu tanah air dan menjunjung bahasa persatuan yakni bahasa indonesia. Dalam sejarah perjuangan bangsa, hari sumpah pemuda merupakan momentum historis yang teramat penting dan menjadi bagian tak terpisahkan dari mata rantai perjuangan bangsa kita. Bagi para pemuda indonesia, sumpah pemuda merupakan manifestasi dari kepeloporan dan kepeduliannya untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan sejajar dengan bangsa lain di dunia. Sedangkan bagi kita semua, dengan segala kemajemukan yang kita miliki, sumpah pemuda merupakan momentum sejarah yang berhasil menyatukan tekad dan semangat seluruh komponen bangsa untuk melakukan perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme, yang pada akhirnya berhasil mewujudkan suatu negara indonesia yang berdaulat dan makmur. Sumpah pemuda telah membulatkan tekad dan semangat seluruh anak bangsa untuk berjuang dan tetap menjaga negara kesatuan republik indonesia dari pelbagai upaya rongrongan terhadap disintegrasi bangsa dengan tekad nkri adalah harga mati. Peringatan hari sumpah pemuda ke-86 tahun ini mengangkat tema bangun soliditas pemuda dan berkelanjutan. Tema tersebut mengandung pesan bahwa kita berupaya agar para pemuda dapat memainkan perannya secara optimal sebagai perekat persatuan bangsa dalam pembangunan nasional. Soliditas pemuda sangat penting artinya untuk mencapai kemajuan pemuda sebagai syarat utama kemajuan suatu bangsa. Jika pemuda solid maka bangsa kita akan semakin maju, kuat dan bersatu, sehingga pembangunan dapat kita laksanakan secara lancar dan berkelanjutan. Seiring dengan itu pada tahun 2015, kita akan memasuki era komunitas asean. Untuk itu, para pemuda harus mempersiapkan diri agar mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Kita adalah bangsa yang besar yang memiliki sumber daya alam berlimpah, memiliki sejarah leluhur bangsa yang hebat, kebudayaan yang unggul, masyarakat yang toleran dan sumber daya manusia yang semakin lama semakin baik. Mentalitas para pemuda harus terus dibangun agar menjadi pemuda unggul, berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing sehingga dapat berkompetisi dalam persaingan global yang semakin hari semakin kompetitif. Revolusi mental yang dicanangkan presiden Joko widodo amatlah relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju. Oleh karena itu, revolusi mental harus dapat kita jadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju, dengan mewujudkan pemuda yang maju berarti kita dapat menghasilkan bangsa yang hebat, oleh sebab itu pembangunan kepemudaan secara berkelanjutan harus terus dilaksanakan melalui proses penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan. Pemuda yang maju adalah pemuda yang memiliki kemampuan inovasi dan kreativitas tinggi, yang mampu mengatasi persoalan yang dihadapinya dan memiliki kompetensi sehingga mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan global. Pemuda yang maju adalah pemuda yang mampu berpikir positif, yang senantiasa terus berorientasi pada kejayaan bangsanya demi keunggulan dan kegemilangan masa depan, tidak mudah menyerah, bertanggungjawab dan senantiasa melakukan yang terbaik untuk dirinya, masyarakat, dan bangsanya. Dengan peringatan sumpah pemuda ini, kita akan selalu menghormati jasa para pemuda, pendiri bangsa dan pahlawan kota. Pada akhir acara Walikota Mojokerto menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba pawai Taaruf tingkat Kota Mojokerto. Hadir pada kesempatan tersebut Jajaran forum pimpinan daerah, demikian juga dengan ketua tim Penggerak PKK dan anggota Bayangkari. Menanggapi peringatan hari sumpah pemuda, secara terpisah Walikota Mojokerto berharap, agar upacara kedepan dominan diikuti oleh para pemuda. Bukan hanya korpri dan TNI/Polri, pemudanya masih lebih sedikit yang ikut upacara. Untuk itu panitia pelaksana upacara harus mengundang para pemuda ini jumlahnya lebih banyak dari peserta lainnya. misalnya mahasiswa, pelajar SMP dan SMA, komunitas pemuda, tokoh pemuda dan tokoh agama muda, pokoknya peserta dari kepemudaan harus lebih banyak agar esensi peringatan hari sumpah pemuda dapat dirasakan. (ri)

PELATIHAN GYPSUM PLAFON PROGRAM JASMAS DI BALONGCOK

\
Lebih baik memberI kail daripada memberi ikan. Jika diberi ikan maka setelah habis dimakan mungkin masih harus mencari lagi. Berbeda dengan diberi kail untuk mencari ikan maka akan lebih bertahan dan mampu mencari ikan kapanpun dia butuhkan. Itulah ibarat sebuah pemberdayaan masyarakat yang kurang beruntung. Apalagi yang diberi bantuan itu adalah masih sangat produktif, maka akan lebih tepat diberikan bekal berupa kail yaitu ilmu untuk hidup berkarya dan mandiri. Dengan bekal ilmu itulah seseorang akan mampu banyak berbuat. Seperti halnya pelatihan yang diberikan kepada warga Balongcok di RW.01, sekelompok pria dewasa diberikan pelatihan berupa cara pembuatan gypsum untuk lis plafon. Pelatihan ini bersumber dari bantuan dana hibah dari program Jaring Aspirasi masyarakat (Jasmas) H. Sugeng Soedarno almarhum. Untuk proses pencairan dana tersebut dikawal oleh Yunus Suprayitno yang sama-sama dewan dari PDI-Perjuangan, Didik, ketua panitia pelaksana pelatihan ini menjelaskan bahwa, dipilihnya pelatihan gypsum ini masih langka. Sangat sedikit di Kota Mojokerto pengusaha yang membuat kerajinan gypsum. Padahal tingkat pemesanan cukup tinggi. Cara membuatnya juga mudah, bahannya murah dan sederhana, pemasaran juga sangat cepat. Menurut Didik paska pelatihan ini pihaknya ingin mengembangkan hasilnya, dan mengelompokkan anggotanya yang benar-benar siap kerja. “Peralatan berupa alat ceatakan sudah siap bahkan ada 6 macam/motif, sisa bahan juga masih ada” kata Didik. untuk tempat juga tidak perlu terlalu luas. Demikian Didik bersemangat ingin membantu warga disekitarnya. Pelatihan ini juga dihadiri Lurah Balongsari Kusuma Widada, SH. Dalam sambutannya lurah bilang pelatihan ini sangat bagus dan tepat sekali diberikan kepada bapak-bapak di Balongcok ini yang sebagaian besar pekerjaannya dibidang pertukangan. “Setelah pelatihan ini bisa membuka usaha gypsum ini secara berkelompok dan saya kira prospeknya sangat bagus.”kata Lurah. Secara terpisah Yunus Suprayitno, SH ketua DPRD Kota Mojokerto saat dikonfirmasi berharap, akan ada kelompok atau komunitas pengrajin gypsum di Kota Mojokerto. “saya melihat prospeknya bagus, pemasaran tidak terlalu sulit, bahkan dari pelatih pak Totok ini siap menerima hasil karya kelompok jika itu kwalitasnya baik. Silakan bapak-bapak kan masih muda diupayakan bisa terbentuk kelompok pengrajin gypsum di Balongcok” kata Yunus. Sebelum pelatihan dimulai terlebih dahulu telah diserahkan secara simbolis peralatan dan bahan untuk praktek pembuatan gypsum oleh Lurah Balongsari kepad perwakilan peserta.(ri)

FARAH DINI RACHMAWATI SANG PELOPOR LALU LINTAS

Penampilan yang sederhana, tinkah lakunya yang santun cara pandang yang luas, Dia adalah Farah Dini Rachmawati. Gadis belia yang baru berusia 17 tahun adalah siswa Kelas XII SMA Negeri 3 Kota Mojokerto. Semua mata tertuju pada dia, atas keberhasilannya meraih prestasi sebagai Juara II tingkat Nasional dalam seleksi pemilihan pelajar pelopor tertib lalu lintas (SPPTL) tahun 2014. Sebelumnya Farah memang duta Kota Mojokerto untuk berkompetisi tingkat Provinsi Jawa Timur. Alhasil Farah berhasil meraih peringkat Kedua. Kemudian untuk seleksi tingkat nasional Farah adalah duta Jawa Timur dan mengikuti seleki selama 5 hari mulai tanggal 6 sd, 10 oktober 2014 di Jakarta. Hasilnya cukup membanggakan putri pertama dari kedua bersaudara pasangan Iwan Riyatman dan Siti Muhaniah yang tinggal di Kauman gg.IV/36 Kota Mojokerto. Dari kejuaraan ini Farah mendapatkan Thropy, piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp. 4 juta 500 ribu. Keberhasilan Farah ini juga tidak lepas dari dukungan semua pihak. Dalamhal ini guru pembimbingnya Imuk Wijayanti, kepala sekolahnya H.Moch.Umar, Spd. Demikian juga pembinaan yang dilakukan oleh Dishubkominfo Kota Mojokerto melalui Kabid Lalu Lintas. Farah memang gadis yang cerdas, ia bukan hanya memahami tentang UUn nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan, namun banyak kelebihan lain yang ia miliki, sehingga seleksi tingkat provinsi hingga nasional Farah masih mampu bertahan pada peringkat kedua. Bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan oleh seorang pelajar seperti farah mengikuti seleksi hingga tingkat nasional. Namun demikian farah memang memiliki kemampuan yang luar biasa. Dia mampu menghadapi dewan juri dari Tim Kementerian Perhubungan RI. Dalam seleksi ini Farah menyusun makalah dengan judul “Ayah Bunda….selamatkan kami” . dalam makalah ini Farah menceritakan tentang keadan anak kecil yang berumur 3-12 tahun yang dibonceng ibunya tanpa berhelem. Kondisi ini bisa mengancan keselamatan anaknya. Sedangkan permasalahan yang diangkat adalah bagaimana budaya penggunaan helm pada anak-anak usia 3-12 tahun. Bagaimana cara membudayakan helm pada anak usia 3-12 tahun. Dalam makalah ini Farah banyak memberikan rekomendasi sebagai suatu solusi untuk menghadapi masalah budaya berlalu lintas terutama pada anak usia balita. Terkait persiapan SPPTL ini Kabid Lalu Lintas Pada Dishubkominfo Kota Mojokerto Kadiran membenarkan bahwa, sebagai bentuk pembinaan dan pendampingan kepada Farah, pihaknya telah mengundang Farah datang ke Kantor Dishub untuk berlatih sebelum ia presentasi didepan Juri pusat. Dengan makalah tersebut Farah mempresentasikan dihadapan tim Pembina dari Dishub Kota, kemudian dievaluasi. Saat evaluasi ini Kadiran dan Zaini serta tim lainnya memberikan masukan atas kekurangan yang disampaikan oleh Farah. Atas prestasi ini Farah menerima penghargaan dari Walikota Mojokerto yang diserahkan bersamaan pada acara glar seni dan gebyar anugeah prestasi pendidikan tahun 2014 di Astoria Convention Hall bersamaan dengan hari sumpah pemuda. (ri)

KOTA TOMOHON PROVINSI SULAWESI UTARA STUDY KE KOTA MOJOKERTO

Keberhasilan Kota Mojokerto dalam mengelola permodalan bagi UKM dan IKM serta lingkungan hidup menarik perhatian tersendiri bagi Kota Timohon Provinsi Sulawesi Utara untuk study pengalaman di Kota Mojokerto. Study ini dilaksanakan pada selasa 28/10/2014 . Rombongan dipimpin oleh Ir. Vony Pontoh,MBA Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Timohon. Rombongan diterima Walikota Mojokerto KH. Mas’ud Yunus di ruang Nusantara dengan didampingi oleh pejabat SKPD terkait, Camat serta Lurah Se-Kota Mojokerto. Ir.Vony Pontoh pimpinan rombongan menyampaikan bahwa Kota Timohon baru berumur 11 tahun. Luas wilayah 147,23 km2. Jumlah penduduk sekitar 100 ribu jiwa. Terdiri dari 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan. Sedangkan jumlah anggota DPRD sebanyak 20 orang dengan anggota terbanyak dari partai golkar sebanyak 7 orang, jumlah PNS sebanyak 3320 orang, golongan III paling banyak. Jumlah SKPD 29 dinas/instansi/bagian/kantor dengan pejabat perempuan terbanyak yaitu 17 pejabat perempuan dari 29 pejabat yang ada termasuk ketua DPRD juga perempuan. Sumber daya alam paling banyak dari hasil tanaman hias dan sayur-sayuran. Disampaikan oleh Vony bahwa Kota Mojokerto juga termasuk Kota Kecil maka belajar di Kota yang sama diharapkan dapat mengadopsi pengalaman yang bisa diterapkan di Kota Timohon. Menanggapi masalah tersebut Walikota Mojokerto menjelaskan bahwa Kota Mojokerto adalah Kota terkecil diseluruh Indonesia dengan jumlah penduduk terpadat ketiga setelah Surabaya dan Malang. Luas wilayah 16,54 km2 jumlah penduduk 138 ribu 602 jiwa. Sex raxio 98 jumlah perempuan lebih banyak 1.096 orang. Kota Mojokerto tidak memiliki sumber daya alam hanya memiliki sumber daya manusia. Oleh karena itu pembangunan di Kota Mojokerto memprioritaskan dalam empat misi kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan moralitas. Untuk bidang kesehatan, pemerintah Kota Mojokerto melaksanakan program total caverege. Dalam program ini seluruh penduduk Kota Mojokerto memberikan jaminan kesehatan secara gratis baik penduduk kaya atau miskin dengan fasilitas kelas III. Total caverege ini tidak berlaku bagi anggota Askes dan Jamsostek karena mereka sudah mendapat fasilitas terendiri. Sementara BPJS dapat juga diakes oleh masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan secara mandiri sesuai dengan premi yang dibayarkan. Untuk bidang pendidikan, Pemerintah Kota Mojokerto telah mewajibkan pendidikan dasar 12 tahun sampai dengan SMA. Wajib pendidikan dasar 12 tahun ini sudah dimulai tahun 2007 hingga saat ini. Untuk mewujudkan program ini tahun 2015 mendatang Pemkot Mojokerto membebaskan biaya SPP bagi siswa tingkat SMA baik negeri maupun swasta, semua biaya sekolah gratis sampai dengan SMA. Untuk mewujudkan anak-anak yang cerdas dan berkualitas, membuat Program Kota Mojokerto Berlingkungan Pendidikan (PKMBP). Hal ini diatur dalam Perwali nomor 17 tahun 2009 tentang Program Kota Mojokerto Berlingungan Pendidikan (PKMB). Dalam PKMBP. Untuk ini sebagai aplikasinya setiap jam 18.00-19.00 setiap anak sekolah wajib belajar dan tidak boleh menyalakan TV, Radio dan ada Pengamen. Bidang Kesejahteraan, melalui Diskoperindag telah menyediakan dana bergulir sebesar Rp. 3 Miliar 250 juta. Dana bergulir ini adalah kredit tanpa bunga. Bukan itu saja pemerintah juga bekerjasama dengan Bank Pembiayaan Usaha Syariah (BPRS), Badan Amil Zakat (BAZ) dan Diskoperindah untuk program pembiayaan usaha syariah (Pusyar). Realisasinya adalah memberikan fasilitas kerdit tanpa bunga, tanpa administrasi dan tanpaasuransi. Untuk Pusyar ini BPRS Kota Mojokerto menyediakan dana sebesar Rp. 1. Miliar. Sedangkan untuk jasa pinjaman dibayarkan oleh BAZ sebagai bentuk pendistribusian dari hasil pengelolaan Infak dan Sodakoh. Adapun besar pinjaman mulai dari Rp. 750 ribu sampai dengan Rp. 10 juta. Prosesnya peminjam harus warga Kota Mojokerto kelas menengah keatas dengan terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi dari BAZ dan Diskoperindag. setelah itu tinggal realisasi di BPRS. Untuk bidang Moralitas, Pemerintah Kota Mojokerto telah mewajibkan anak-anak yang mau mendaftarkan sekolah ke jenjang lebih atas harus memiliki sertifikat Kecakapan Dasar Keagamaan (KDK). Program pemoralan ini diatur dalam Perwali nomor 23 ta hun 2011. Untuk yang beragama Islam sertifikat KDK dikeluarkan oleh TPQ. Untuk yang Kristen sertifikat KDK dikelaurkan sekolah minggu atau menyesuaikan, demikian juga dengan agama lainya seperti Hindu, Budha, Konghucu. Tanpa sertifikat KDK maka anak-anak tidak bisa mendaftar sekolah ke jenjang yang diatasnya. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan dialog oleh SKPD terkait, dalam hal ini DPPKA, Dinas P dan K, Bppeko, Diskoperindag, KP2T. Sebelum meninggalkan ruangan Walikota diminta foto bersama dengan Asisten Perekonomian dan Pembangunan beserta rombongan. Selanjutnya Ir. Vony Pontoh menyerahkan Cindera Mata kepada Walikota Mojokerto kerajinan asli khas Tomohon. Sebaliknya Walikota juga menyerakan kerajinan kapal phinisi kepada pimpinan rombongan. Pertemuan berjalan dengan akrab dan komunikatif masing-masing pihak menyampaikan profil daerah masing-masing. Gambaran dalam profil tersebut sebagian tentu ada yang dapat diadopsi untuk diterapkan didaerah masing-masing. (ri)

WALIKOTA MOJOKERTO LAUNCHING AMARI DAN TELECENTER PALAPA

Angkutan malam hari gratis (Amari) resmi telah dilaunching Walikota Mojokerto KH.Masud Yunus, sabtu 1/11/2014 di arena Terminal Kertajaya Kota Mojokerto . lanching kali ini disaksikan oleh Kapolres Mojokaerto Kota AKBP Wiji Suwartini, SH, M.Si, asisten I dan II, pimpinan organda, pimpinan Bina Marga Kota Mojokerto, Dinas Infokom Provinsi Jatim, Camat dan Lurah Se-Kota Mojokerto. Amari adalah armada Kota yang disediakan oleh Pemerintah Daerah secara gratis. Dengan adanya Amari ini diharapkan dapat memberikan kemudahan-kemudahan untuk masyarakat. Kemudahan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Mojokerto ini dapat dimanfaatkan demi penimgkatan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu dikatakan Walikota Mojokerto saat memberikan sambutan peresmian launching tersebut. “ Dengan adanya Amari ini maka Kota Mojokerto akan ramai, dengan ramainya Kota maka peredaran uang akan meningkat, dan otomatis perekonomian juga akan meningkat. Jika perekonomian meningkat maka pengangguran dan kemiskinan akan berkurang. Dengan demikian kesejahteraan masyarakt akan meningkat”. Tegas Walikota. Hal ini mengingat fungsi pemerintah adalah melayani dan tugas pemerintah adalah mensejahterakan rakyatnya. Pembangunan kota Mojokerto lima tahun kedepan adalah mewujudkan Kota Mojokerto sebagai servive city yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral. oleh karenanya harus diimbangi dengan kemampuan dalam bidang penggunaan teknologi informasi. Pada kesempatan yang sama juga dilaunching penggunaan Telecenter Palapa. Dengan adanya Telecenter Palapa ini masyarakat dapat mengakses internet untuk mendapatkan berbagai informasi atau menggunakannya sebagai media promosi akan produk dan jasa yang dihasilkan, pesan Walikota. Pada kesempatan tersebut Walikota bilang bahwa setelah launching Amari ini maka ada lima pelayanan gratis yang diberikan oleh Pemerintah daerah kepada masyarakat yaitu gratis dalam bidang kesehatan, pendidikan, layanan public seperti kepengurusan KTP, KK dan Akte Kelahiran serta Raskin Gratis dan Amari ini. Sementara itu Ruby Hartoyo, S.Sos, MM Kepala Dishubkominfo Kota Mojokerto menyampaikan bahwa saat ini kondisi Terminal Kertojoyo mengalami penurunan fungsi, sebab ada kecenderungan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dari pada menggunakan jasa angkutan kota. Keadan tersebut berdampak pada jam operasional angkutan umum dalam kota atau mikrolet. Melihat kondisi tersebut diperlukan inovasi untuk menghidupkan kembali fungsi terminal Kertajaya Kota Mojokerto sebagai service city maka diperlukan upaya memberikan angkutan malam hari secara gratis. Route Amari meliputi pusat pelayanan atau kawasan public. Untuk Line A melintasi Terminal Kertojaya- Jln. Jaya Negara-jln.Pahlawan-Jln.Benteng Pancasila-Jln.Empunala-Jln. Residen Pamuji-Jln.Letkol Sumarjo-jln. A.Yani-jln.Mojopahit utara - Jln.Bayangkara-Jln.PB.Sudirman-Jln. Cokro Aminoto-Jln. KH.Nawawi-Jln.Bayangkara-Jln. Mojopahit Selatan-Jln. Brawijaya-Jln. Tribuana Tungga Dewi-Jln. Prajuritkulon-Jln. Surodinawan (RSUD)-Jln. KH.Usman-Jln.Wijaya Kusuma-Jln. Teratai-Jln. Raden Wijaya-Jln. Jaya Negara – kembali ke Terminal Kertajaya. Untuk route line B melewati Terminal Kertajaya- Jln. Jaya Negara-Jln. Mojopahit Selatan-Jln. RA.Basuni-Jln. KH.Usman- Jln. Surodinawan (RSUD) – Jln. Tribuana Tungga Dewi-Jln. Brawijaya-Jln.Mojopahit utara (aloon-aloon)-Jln. Bayangkara-Jln.PB Sudirman-Jln. Residen Pamuji-Jln.Empunala-Jln.Benteng Pancasila-Jln.Jln.Pahlawan-Jln. Jaya Negara dan kembali ke Terminal. Untuk saat ini jumlah armada Amari masih tersedia sebanyak 8 unit untuk line A dan B. amari ini beroperasi mulai jam 18.00 sd. 20,00 WIB. Mengenai Telecenter merupakan sarana atau tempat yang dilengkapi dengan teknologi, informasi dan komunikasi sbagai sarana pemberdayaan komunikasi masyarakat. Telecenter palapa merupakan bantuan dari pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Dinas Informasi dan Informatika yang bisa direalisasikan pada tahun 2014 ini. Keberadaan Telecenter ini sesuai dengan Instruksi Presiden nomor 3 tahun 2003 tentang kebijakan strategi nasional dalam pengembangan e-government. Tjuan dibangunnya Telecenter ini antara lain untuk meningkatkan aksesbilitas terhadap sumber informasi, pengetahuan dan teknologi. Mendorong produktivitas dan inovasi dan menfasilitasi jalinan kemitraan dan memberikan peluang positif bagi masyarakat untuk berkembang. Mendukung promosi keunggulan Kota Mojokerto.

Selasa, 04 November 2014

WALIKOTA MOJOKERTO BERANGKATKAN PESERTA PAWAI TA’ARUF

“ Dengan peringatan tahun baru Hijriah dan sumpah pemuda kita gerakkan revolusi mental untuk menyongsong masyarakat ekonomi Asean tahun 2015”
Walikota Mojokerto KH.Mas’ud Yunus memberangkatkan peserta Pawai Ta’aruf pada sabtu,25/10/2014 di Aloon-aloon Kota Mojokerto. Pawai Ta’aruf kali ini dilaksanakan dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharam 1436 H yang sekaligus memperingati hari Sumpah Pemuda bertepatan dengan tanggal 25 Oktober 2014 Masihi. Hadir dalam upacara pemeberangkatan tersebut antara lain jajaran forum pimpinan daerah. Tampak hadir Kapolres Mojokerto Kota, Komandan Korem 082 Citra Panca Yuda Jaya, Komandan Kodim 0815, ketua DPRD Kota Mojokerto, wakil Walikota Mojokerto, sekretaris daerah Kota staf ahli dan pimpinan SKPD, camat dan lurah sekota Mojokerto. Pawai yang digelar kali ini adalah yang pertama kali dilaksanakan tingkat Kota. Jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya Pawai Ta’aruf hanya dilaksanakan ditingkat Kecamatamn atau Kelurahan dan tingkat sekolah. Namun tahun ini Walikota Mojokerto berkeingininan untuk digelar secara spektakuler hingda dapat menghibur masyarakat. Terbukti pelaksanaan pawai yang bernuansa Islami kali ini berjalan dengan meriah tak ubahnya seperti karnaval pada umumnya. Kepala Bagian Administrasi Kesejahteaan rakyat selaku ketua panitia penyelenggara Zuhrini, SE mengatakan, maaksud dan tujuan mewujudkan rasa cinta bagi anak-anak, remaja akan ajaran Islam serta memperkenalkan adanya kalender Islam yang tidak sama dengan masehi. Mengajak masyarakat untuk selalu menjalankan syariat agama, meningkatkan kualitas iman dan taqwa dalam merefleksikan tahun baru hijriah. Sebagai momentum untuk merancang kehidupan yang lebih baik, berkualitas dan lebih bermakna, tegas Zuhrini. Walikota Mojokerto dalam sambutannya menegakan, tahun baru Islam adalah Hijrah yaitu perpindahan sikap mental dari pesimisme menjadi optimisme, dari tidak baik menjadi baik dari jahiliah menuju tauhid. Itulah makna yang kita ambil dari peringatan tahun baru Hijriah dan sumpah pemuda, Sebagaimana tema peringatan tahun ini “ Dengan peringatan tahun baru Hijriah dan sumpah pemuda kita gerakkan revolusi mental untuk menyongsong masyarakat ekonomi Asean tahun 2015”, tegas Walikota Mojokerto. Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Mojokerto ini bilang, Untuk menjadi bangsa yang berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkeprinadian dibidang budaya maka kita harus merani merovolu mental kita. Sebagai angsa Indonesia kita harus cinta tanah air Indonesia, kita harus bangga dengan Indoneia dan kita harus mencintai produk-poduk Indonesia. Mengingat kita adalah rakyat Indonesia yang mengaku bertanah air satu tanah air Indonesia, Berbangsa satu bangsa Indonesia dan berbahasa satu bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Semangat sumpah pemuda dan tahun baru Islam hendaknya dijadikan motivasi agar Indonesia lebih maju, lebih sejahtera dan lebih bermartabat. Oleh karena itu pada kesempatan yang sama Walikota Mojokerto menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah jerih payah hingga terselenggaranya acara pawai ini. Setelah turun dari imbar Walikota Mojokerto didampingi oleh Jajaran forum pimpinan daerah memberangkatkan peserta nomor satu. Namun sebelumnya juga disuguhkan dengan penampilan tari-tarian oleh Ikatan Gus dan Yuk Kota Mojkerto. Selanjutnya pemberangkatan juga dilakukan oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiji Suwartini. Demikian seterusnya peserta yang lain diberankatkn oleh panitia penyelengara. Walupun pawai ta’aruf ini tidk dilombakan namun antusias peserta untuk bernampilan yang menarik sangat terlihat. Entah berapa biaya yang dikeluarkan untuk berhias untuk bisa tampil menarik dan menghibur. Aneka kreasi ditampilkan oleh peseta ini dengan membuat desain yang artistic. Mencerminkan nilai seni dan budaya yang tinggi. Tidak sedikit diantara mereka yang dominan pserta pelajar ini menyuguhkan pesan-pesan moral dan juga pesan-pesan yang terkait dengan visi dan misi pemerintah Kota Mojokerto. Demikian juga dengan hiasan dan patung seperti onta, kakbah yang beruansa Islami, layak sebuah hiburan yang menarik. Bukan itu saja diarena pemberangkatan juga diwarnai dengan lukisan on the spot oleh para perupa dari Dewan Kesenian Kota Mojokerto. Alhasil dalam durasi waktu hitungan menit para perupa ini menghasilkan satu lukisan yang menggambarkan suasana upacara pemberangkatan Pawai taaruf saat itu. Kontan aja lukisan ini dihadiahkan kepada Walikota Mojokerto. Agenda spontan ini tentu merupakan survive dan menarik pehatian semua pengunjung yang ada diarena kegiatan. Ternyata diluar dugaan Walikota juga memberikan apresiasi yang mengejutkan dengan membeli lukisan tersebut seharga 1 juta rupiah. Peserta sebanyak 127 regu terdiri dari SD/MI sebanyak 70 regu, SMP/MT.s sebanyak 19 regu, SMA/SMK/MAN sebanyak 16 regu, TPQ/Majelis Taklim/kelompok masyarakat sebanyak 22 regu. Masing-masing regu terdiri dai 20 orang. Peserta ini melewati route yang telah ditenukan oleh panitia yaitu dari Aloon-aloon – jln. Mojopahit- Jln. Bayangkaa-Jln Letkol Sumarjo- Jln. PB Suirmnan-Jln. A,Yani dan kembali Finish kembali ke Aloon-aloon Kota Mojokerto. Dalam perjlanan ini sempat terjadi kemaceta, sebab peserta pertama sudah sampai di finish ternyata peserta yang belum berangkat sehingga terjadi penumpukan peserta. Namun keruwetan ini hanya beberapa saat dan langsung petugas keamanan bersama polresta mengurai kemacetan tersebut. Acara ini berjalan dengan lancar aman dan konusif serta para pesertapun tetap semangat karena Walikota beserta isteri dan jajaran forpinda juga masih antusias untuk menyaksikan penampilan peseta yang berangkat dari star di aloon-aloon Kota Mookerto (ri) Para jawara pawai Ta’aruf 2014 Tingkat SD Tingkat SMP Tingkat SMA Juara Nama sekolah Juara Nama sekolah Juara Nama sekolah I SDN Kranggan I I SMP MAMBAUL QUR’AN I SMA N 3 II SDN Jagalan II SMPN 1 II SMK BHAKTI INDONESIA M. III SDN MERI 1 III SMPN 3 III SMA N 1 H.1 SDN MERI 2 H.1 SMPN 2 H.1 SMA PGRI 1 H.2 SDN KRANGGAN 2 H.2 SMPN 4 H.2 MAN 1 H.3 SDN BALONGSARI 5 H.3 SMPN 8 H.3 SMA MUHAMADIYAH I UMUM Juara I MJELIS TA’LIM BINA ANISA Juara II PDA JAGALAN Juara II MUSLIMAT NU ANAK CABANG KEC. MAGERSARI