Selasa, 11 November 2014
PELATIHAN GYPSUM PLAFON PROGRAM JASMAS DI BALONGCOK
\
Lebih baik memberI kail daripada memberi ikan. Jika diberi ikan maka setelah habis dimakan mungkin masih harus mencari lagi. Berbeda dengan diberi kail untuk mencari ikan maka akan lebih bertahan dan mampu mencari ikan kapanpun dia butuhkan. Itulah ibarat sebuah pemberdayaan masyarakat yang kurang beruntung. Apalagi yang diberi bantuan itu adalah masih sangat produktif, maka akan lebih tepat diberikan bekal berupa kail yaitu ilmu untuk hidup berkarya dan mandiri. Dengan bekal ilmu itulah seseorang akan mampu banyak berbuat.
Seperti halnya pelatihan yang diberikan kepada warga Balongcok di RW.01, sekelompok pria dewasa diberikan pelatihan berupa cara pembuatan gypsum untuk lis plafon. Pelatihan ini bersumber dari bantuan dana hibah dari program Jaring Aspirasi masyarakat (Jasmas) H. Sugeng Soedarno almarhum. Untuk proses pencairan dana tersebut dikawal oleh Yunus Suprayitno yang sama-sama dewan dari PDI-Perjuangan,
Didik, ketua panitia pelaksana pelatihan ini menjelaskan bahwa, dipilihnya pelatihan gypsum ini masih langka. Sangat sedikit di Kota Mojokerto pengusaha yang membuat kerajinan gypsum. Padahal tingkat pemesanan cukup tinggi. Cara membuatnya juga mudah, bahannya murah dan sederhana, pemasaran juga sangat cepat. Menurut Didik paska pelatihan ini pihaknya ingin mengembangkan hasilnya, dan mengelompokkan anggotanya yang benar-benar siap kerja. “Peralatan berupa alat ceatakan sudah siap bahkan ada 6 macam/motif, sisa bahan juga masih ada” kata Didik. untuk tempat juga tidak perlu terlalu luas. Demikian Didik bersemangat ingin membantu warga disekitarnya.
Pelatihan ini juga dihadiri Lurah Balongsari Kusuma Widada, SH. Dalam sambutannya lurah bilang pelatihan ini sangat bagus dan tepat sekali diberikan kepada bapak-bapak di Balongcok ini yang sebagaian besar pekerjaannya dibidang pertukangan. “Setelah pelatihan ini bisa membuka usaha gypsum ini secara berkelompok dan saya kira prospeknya sangat bagus.”kata Lurah.
Secara terpisah Yunus Suprayitno, SH ketua DPRD Kota Mojokerto saat dikonfirmasi berharap, akan ada kelompok atau komunitas pengrajin gypsum di Kota Mojokerto. “saya melihat prospeknya bagus, pemasaran tidak terlalu sulit, bahkan dari pelatih pak Totok ini siap menerima hasil karya kelompok jika itu kwalitasnya baik. Silakan bapak-bapak kan masih muda diupayakan bisa terbentuk kelompok pengrajin gypsum di Balongcok” kata Yunus.
Sebelum pelatihan dimulai terlebih dahulu telah diserahkan secara simbolis peralatan dan bahan untuk praktek pembuatan gypsum oleh Lurah Balongsari kepad perwakilan peserta.(ri)
FARAH DINI RACHMAWATI SANG PELOPOR LALU LINTAS
Penampilan yang sederhana, tinkah lakunya yang santun cara pandang yang luas, Dia adalah Farah Dini Rachmawati. Gadis belia yang baru berusia 17 tahun adalah siswa Kelas XII SMA Negeri 3 Kota Mojokerto. Semua mata tertuju pada dia, atas keberhasilannya meraih prestasi sebagai Juara II tingkat Nasional dalam seleksi pemilihan pelajar pelopor tertib lalu lintas (SPPTL) tahun 2014. Sebelumnya Farah memang duta Kota Mojokerto untuk berkompetisi tingkat Provinsi Jawa Timur. Alhasil Farah berhasil meraih peringkat Kedua. Kemudian untuk seleksi tingkat nasional Farah adalah duta Jawa Timur dan mengikuti seleki selama 5 hari mulai tanggal 6 sd, 10 oktober 2014 di Jakarta. Hasilnya cukup membanggakan putri pertama dari kedua bersaudara pasangan Iwan Riyatman dan Siti Muhaniah yang tinggal di Kauman gg.IV/36 Kota Mojokerto.
Dari kejuaraan ini Farah mendapatkan Thropy, piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp. 4 juta 500 ribu. Keberhasilan Farah ini juga tidak lepas dari dukungan semua pihak. Dalamhal ini guru pembimbingnya Imuk Wijayanti, kepala sekolahnya H.Moch.Umar, Spd. Demikian juga pembinaan yang dilakukan oleh Dishubkominfo Kota Mojokerto melalui Kabid Lalu Lintas. Farah memang gadis yang cerdas, ia bukan hanya memahami tentang UUn nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan, namun banyak kelebihan lain yang ia miliki, sehingga seleksi tingkat provinsi hingga nasional Farah masih mampu bertahan pada peringkat kedua. Bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan oleh seorang pelajar seperti farah mengikuti seleksi hingga tingkat nasional.
Namun demikian farah memang memiliki kemampuan yang luar biasa. Dia mampu menghadapi dewan juri dari Tim Kementerian Perhubungan RI. Dalam seleksi ini Farah menyusun makalah dengan judul “Ayah Bunda….selamatkan kami” . dalam makalah ini Farah menceritakan tentang keadan anak kecil yang berumur 3-12 tahun yang dibonceng ibunya tanpa berhelem. Kondisi ini bisa mengancan keselamatan anaknya. Sedangkan permasalahan yang diangkat adalah bagaimana budaya penggunaan helm pada anak-anak usia 3-12 tahun. Bagaimana cara membudayakan helm pada anak usia 3-12 tahun. Dalam makalah ini Farah banyak memberikan rekomendasi sebagai suatu solusi untuk menghadapi masalah budaya berlalu lintas terutama pada anak usia balita.
Terkait persiapan SPPTL ini Kabid Lalu Lintas Pada Dishubkominfo Kota Mojokerto Kadiran membenarkan bahwa, sebagai bentuk pembinaan dan pendampingan kepada Farah, pihaknya telah mengundang Farah datang ke Kantor Dishub untuk berlatih sebelum ia presentasi didepan Juri pusat. Dengan makalah tersebut Farah mempresentasikan dihadapan tim Pembina dari Dishub Kota, kemudian dievaluasi. Saat evaluasi ini Kadiran dan Zaini serta tim lainnya memberikan masukan atas kekurangan yang disampaikan oleh Farah.
Atas prestasi ini Farah menerima penghargaan dari Walikota Mojokerto yang diserahkan bersamaan pada acara glar seni dan gebyar anugeah prestasi pendidikan tahun 2014 di Astoria Convention Hall bersamaan dengan hari sumpah pemuda. (ri)
KOTA TOMOHON PROVINSI SULAWESI UTARA STUDY KE KOTA MOJOKERTO
Keberhasilan Kota Mojokerto dalam mengelola permodalan bagi UKM dan IKM serta lingkungan hidup menarik perhatian tersendiri bagi Kota Timohon Provinsi Sulawesi Utara untuk study pengalaman di Kota Mojokerto. Study ini dilaksanakan pada selasa 28/10/2014 . Rombongan dipimpin oleh Ir. Vony Pontoh,MBA Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Timohon. Rombongan diterima Walikota Mojokerto KH. Mas’ud Yunus di ruang Nusantara dengan didampingi oleh pejabat SKPD terkait, Camat serta Lurah Se-Kota Mojokerto.
Ir.Vony Pontoh pimpinan rombongan menyampaikan bahwa Kota Timohon baru berumur 11 tahun. Luas wilayah 147,23 km2. Jumlah penduduk sekitar 100 ribu jiwa. Terdiri dari 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan. Sedangkan jumlah anggota DPRD sebanyak 20 orang dengan anggota terbanyak dari partai golkar sebanyak 7 orang, jumlah PNS sebanyak 3320 orang, golongan III paling banyak. Jumlah SKPD 29 dinas/instansi/bagian/kantor dengan pejabat perempuan terbanyak yaitu 17 pejabat perempuan dari 29 pejabat yang ada termasuk ketua DPRD juga perempuan. Sumber daya alam paling banyak dari hasil tanaman hias dan sayur-sayuran. Disampaikan oleh Vony bahwa Kota Mojokerto juga termasuk Kota Kecil maka belajar di Kota yang sama diharapkan dapat mengadopsi pengalaman yang bisa diterapkan di Kota Timohon.
Menanggapi masalah tersebut Walikota Mojokerto menjelaskan bahwa Kota Mojokerto adalah Kota terkecil diseluruh Indonesia dengan jumlah penduduk terpadat ketiga setelah Surabaya dan Malang. Luas wilayah 16,54 km2 jumlah penduduk 138 ribu 602 jiwa. Sex raxio 98 jumlah perempuan lebih banyak 1.096 orang. Kota Mojokerto tidak memiliki sumber daya alam hanya memiliki sumber daya manusia. Oleh karena itu pembangunan di Kota Mojokerto memprioritaskan dalam empat misi kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan moralitas.
Untuk bidang kesehatan, pemerintah Kota Mojokerto melaksanakan program total caverege. Dalam program ini seluruh penduduk Kota Mojokerto memberikan jaminan kesehatan secara gratis baik penduduk kaya atau miskin dengan fasilitas kelas III. Total caverege ini tidak berlaku bagi anggota Askes dan Jamsostek karena mereka sudah mendapat fasilitas terendiri. Sementara BPJS dapat juga diakes oleh masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan secara mandiri sesuai dengan premi yang dibayarkan.
Untuk bidang pendidikan, Pemerintah Kota Mojokerto telah mewajibkan pendidikan dasar 12 tahun sampai dengan SMA. Wajib pendidikan dasar 12 tahun ini sudah dimulai tahun 2007 hingga saat ini. Untuk mewujudkan program ini tahun 2015 mendatang Pemkot Mojokerto membebaskan biaya SPP bagi siswa tingkat SMA baik negeri maupun swasta, semua biaya sekolah gratis sampai dengan SMA. Untuk mewujudkan anak-anak yang cerdas dan berkualitas, membuat Program Kota Mojokerto Berlingkungan Pendidikan (PKMBP). Hal ini diatur dalam Perwali nomor 17 tahun 2009 tentang Program Kota Mojokerto Berlingungan Pendidikan (PKMB). Dalam PKMBP. Untuk ini sebagai aplikasinya setiap jam 18.00-19.00 setiap anak sekolah wajib belajar dan tidak boleh menyalakan TV, Radio dan ada Pengamen.
Bidang Kesejahteraan, melalui Diskoperindag telah menyediakan dana bergulir sebesar Rp. 3 Miliar 250 juta. Dana bergulir ini adalah kredit tanpa bunga. Bukan itu saja pemerintah juga bekerjasama dengan Bank Pembiayaan Usaha Syariah (BPRS), Badan Amil Zakat (BAZ) dan Diskoperindah untuk program pembiayaan usaha syariah (Pusyar). Realisasinya adalah memberikan fasilitas kerdit tanpa bunga, tanpa administrasi dan tanpaasuransi. Untuk Pusyar ini BPRS Kota Mojokerto menyediakan dana sebesar Rp. 1. Miliar. Sedangkan untuk jasa pinjaman dibayarkan oleh BAZ sebagai bentuk pendistribusian dari hasil pengelolaan Infak dan Sodakoh. Adapun besar pinjaman mulai dari Rp. 750 ribu sampai dengan Rp. 10 juta. Prosesnya peminjam harus warga Kota Mojokerto kelas menengah keatas dengan terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi dari BAZ dan Diskoperindag. setelah itu tinggal realisasi di BPRS.
Untuk bidang Moralitas, Pemerintah Kota Mojokerto telah mewajibkan anak-anak yang mau mendaftarkan sekolah ke jenjang lebih atas harus memiliki sertifikat Kecakapan Dasar Keagamaan (KDK). Program pemoralan ini diatur dalam Perwali nomor 23 ta hun 2011. Untuk yang beragama Islam sertifikat KDK dikeluarkan oleh TPQ. Untuk yang Kristen sertifikat KDK dikelaurkan sekolah minggu atau menyesuaikan, demikian juga dengan agama lainya seperti Hindu, Budha, Konghucu. Tanpa sertifikat KDK maka anak-anak tidak bisa mendaftar sekolah ke jenjang yang diatasnya.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan dialog oleh SKPD terkait, dalam hal ini DPPKA, Dinas P dan K, Bppeko, Diskoperindag, KP2T. Sebelum meninggalkan ruangan Walikota diminta foto bersama dengan Asisten Perekonomian dan Pembangunan beserta rombongan. Selanjutnya Ir. Vony Pontoh menyerahkan Cindera Mata kepada Walikota Mojokerto kerajinan asli khas Tomohon. Sebaliknya Walikota juga menyerakan kerajinan kapal phinisi kepada pimpinan rombongan. Pertemuan berjalan dengan akrab dan komunikatif masing-masing pihak menyampaikan profil daerah masing-masing. Gambaran dalam profil tersebut sebagian tentu ada yang dapat diadopsi untuk diterapkan didaerah masing-masing. (ri)
WALIKOTA MOJOKERTO LAUNCHING AMARI DAN TELECENTER PALAPA
Selasa, 04 November 2014
WALIKOTA MOJOKERTO BERANGKATKAN PESERTA PAWAI TA’ARUF
“ Dengan peringatan tahun baru Hijriah dan sumpah pemuda kita gerakkan revolusi mental untuk menyongsong masyarakat ekonomi Asean tahun 2015”
Walikota Mojokerto KH.Mas’ud Yunus memberangkatkan peserta Pawai Ta’aruf pada sabtu,25/10/2014 di Aloon-aloon Kota Mojokerto. Pawai Ta’aruf kali ini dilaksanakan dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharam 1436 H yang sekaligus memperingati hari Sumpah Pemuda bertepatan dengan tanggal 25 Oktober 2014 Masihi. Hadir dalam upacara pemeberangkatan tersebut antara lain jajaran forum pimpinan daerah. Tampak hadir Kapolres Mojokerto Kota, Komandan Korem 082 Citra Panca Yuda Jaya, Komandan Kodim 0815, ketua DPRD Kota Mojokerto, wakil Walikota Mojokerto, sekretaris daerah Kota staf ahli dan pimpinan SKPD, camat dan lurah sekota Mojokerto.
Pawai yang digelar kali ini adalah yang pertama kali dilaksanakan tingkat Kota. Jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya Pawai Ta’aruf hanya dilaksanakan ditingkat Kecamatamn atau Kelurahan dan tingkat sekolah. Namun tahun ini Walikota Mojokerto berkeingininan untuk digelar secara spektakuler hingda dapat menghibur masyarakat. Terbukti pelaksanaan pawai yang bernuansa Islami kali ini berjalan dengan meriah tak ubahnya seperti karnaval pada umumnya. Kepala Bagian Administrasi Kesejahteaan rakyat selaku ketua panitia penyelenggara Zuhrini, SE mengatakan, maaksud dan tujuan mewujudkan rasa cinta bagi anak-anak, remaja akan ajaran Islam serta memperkenalkan adanya kalender Islam yang tidak sama dengan masehi. Mengajak masyarakat untuk selalu menjalankan syariat agama, meningkatkan kualitas iman dan taqwa dalam merefleksikan tahun baru hijriah. Sebagai momentum untuk merancang kehidupan yang lebih baik, berkualitas dan lebih bermakna, tegas Zuhrini.
Walikota Mojokerto dalam sambutannya menegakan, tahun baru Islam adalah Hijrah yaitu perpindahan sikap mental dari pesimisme menjadi optimisme, dari tidak baik menjadi baik dari jahiliah menuju tauhid. Itulah makna yang kita ambil dari peringatan tahun baru Hijriah dan sumpah pemuda, Sebagaimana tema peringatan tahun ini “ Dengan peringatan tahun baru Hijriah dan sumpah pemuda kita gerakkan revolusi mental untuk menyongsong masyarakat ekonomi Asean tahun 2015”, tegas Walikota Mojokerto. Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Mojokerto ini bilang, Untuk menjadi bangsa yang berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkeprinadian dibidang budaya maka kita harus merani merovolu mental kita. Sebagai angsa Indonesia kita harus cinta tanah air Indonesia, kita harus bangga dengan Indoneia dan kita harus mencintai produk-poduk Indonesia. Mengingat kita adalah rakyat Indonesia yang mengaku bertanah air satu tanah air Indonesia, Berbangsa satu bangsa Indonesia dan berbahasa satu bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.
Semangat sumpah pemuda dan tahun baru Islam hendaknya dijadikan motivasi agar Indonesia lebih maju, lebih sejahtera dan lebih bermartabat. Oleh karena itu pada kesempatan yang sama Walikota Mojokerto menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah jerih payah hingga terselenggaranya acara pawai ini.
Setelah turun dari imbar Walikota Mojokerto didampingi oleh Jajaran forum pimpinan daerah memberangkatkan peserta nomor satu. Namun sebelumnya juga disuguhkan dengan penampilan tari-tarian oleh Ikatan Gus dan Yuk Kota Mojkerto. Selanjutnya pemberangkatan juga dilakukan oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiji Suwartini. Demikian seterusnya peserta yang lain diberankatkn oleh panitia penyelengara.
Walupun pawai ta’aruf ini tidk dilombakan namun antusias peserta untuk bernampilan yang menarik sangat terlihat. Entah berapa biaya yang dikeluarkan untuk berhias untuk bisa tampil menarik dan menghibur. Aneka kreasi ditampilkan oleh peseta ini dengan membuat desain yang artistic. Mencerminkan nilai seni dan budaya yang tinggi. Tidak sedikit diantara mereka yang dominan pserta pelajar ini menyuguhkan pesan-pesan moral dan juga pesan-pesan yang terkait dengan visi dan misi pemerintah Kota Mojokerto.
Demikian juga dengan hiasan dan patung seperti onta, kakbah yang beruansa Islami, layak sebuah hiburan yang menarik. Bukan itu saja diarena pemberangkatan juga diwarnai dengan lukisan on the spot oleh para perupa dari Dewan Kesenian Kota Mojokerto. Alhasil dalam durasi waktu hitungan menit para perupa ini menghasilkan satu lukisan yang menggambarkan suasana upacara pemberangkatan Pawai taaruf saat itu. Kontan aja lukisan ini dihadiahkan kepada Walikota Mojokerto. Agenda spontan ini tentu merupakan survive dan menarik pehatian semua pengunjung yang ada diarena kegiatan. Ternyata diluar dugaan Walikota juga memberikan apresiasi yang mengejutkan dengan membeli lukisan tersebut seharga 1 juta rupiah.
Peserta sebanyak 127 regu terdiri dari SD/MI sebanyak 70 regu, SMP/MT.s sebanyak 19 regu, SMA/SMK/MAN sebanyak 16 regu, TPQ/Majelis Taklim/kelompok masyarakat sebanyak 22 regu. Masing-masing regu terdiri dai 20 orang. Peserta ini melewati route yang telah ditenukan oleh panitia yaitu dari Aloon-aloon – jln. Mojopahit- Jln. Bayangkaa-Jln Letkol Sumarjo- Jln. PB Suirmnan-Jln. A,Yani dan kembali Finish kembali ke Aloon-aloon Kota Mojokerto. Dalam perjlanan ini sempat terjadi kemaceta, sebab peserta pertama sudah sampai di finish ternyata peserta yang belum berangkat sehingga terjadi penumpukan peserta. Namun keruwetan ini hanya beberapa saat dan langsung petugas keamanan bersama polresta mengurai kemacetan tersebut. Acara ini berjalan dengan lancar aman dan konusif serta para pesertapun tetap semangat karena Walikota beserta isteri dan jajaran forpinda juga masih antusias untuk menyaksikan penampilan peseta yang berangkat dari star di aloon-aloon Kota Mookerto (ri)
Para jawara pawai Ta’aruf 2014
Tingkat SD Tingkat SMP Tingkat SMA
Juara Nama sekolah Juara Nama sekolah Juara Nama sekolah
I SDN Kranggan I I SMP MAMBAUL QUR’AN I SMA N 3
II SDN Jagalan II SMPN 1 II SMK BHAKTI INDONESIA M.
III SDN MERI 1 III SMPN 3 III SMA N 1
H.1 SDN MERI 2 H.1 SMPN 2 H.1 SMA PGRI 1
H.2 SDN KRANGGAN 2 H.2 SMPN 4 H.2 MAN 1
H.3 SDN BALONGSARI 5 H.3 SMPN 8 H.3 SMA MUHAMADIYAH I
UMUM
Juara I MJELIS TA’LIM BINA ANISA
Juara II PDA JAGALAN
Juara II MUSLIMAT NU ANAK CABANG KEC. MAGERSARI
KOTA MOJOKERTO DIPASTIKAN AKAN MENJADI 3 KECAMATAN
Berdasarkan Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dijelaskan bah syarat fisik pembentukan daerah Kota meliputi paling sedikit empat Kecamatan. Sementara disisi lain kndisi eksisting Kota Mojokerto saat ini hanya 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Prajuritkulon dan Kecamatan Magersari. Melihat kondisi fisik inilah Pemerintah Kota Mojokerto bertekad akan menjadikan Kota Mojokerto dari 2 Kecamatan menjadi 3 Kecamatan. Oleh karenanya dalam hal ini pemkot Mojokerto wajib melaksanakan pemekaran wilayah Kecamatan.
Untuk dapat melakukan pemekaran selain syarat fisik juga diperlukan syarat aministrasi dan syarat dan syarat teknis. Syarat admnistrasi meliputi adanya persetujuan dari DPRD Kab/Kota, Bupati/Walikota yang bersangkutan,persetujuan DPRD Provinsi dan Gubernur serta rekomendasi dari Menteri Dalam Negeri . sedangkan syarat teknis meliputi factor yang menjadi dasar pembentukan daerah yang mencakup factor ekonomi, potensi daerah, social budaya, social politik, kependudukan,luas daerah, petahanan, keamanan, dan factor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah.
Untuk persiapan syarat fisik ini Bagian Pemerintahan Kota Mojokerto mengadakan sosialisasi secara keliling ke Kelurahan-kelurahan. Dalam sosialisasi ini menghadirkn ketua RT/RW, tokoh masyarakat dan juga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan. Hadir sebagai narasumber adalah Acim Dartasim, S.Sos. MT dan Abd. Rahman Tuwo untuk wilayah Kecamatan Magersari dan untuk wilayah Kecamatan Prajuritkulon Yusuf AP dan juga didampingi oleh Kabag Pemerintahan Drs. Imron.
Dijelaskan oleh Acim bahwa dasar pembentukan Kecamatan berdasarkan PP. no 19 tahun 2008 pada pasal 2 antara lain Kecamatan dibentuk dengan PERDA berpedoman pada PP; Pembentukan Kecamatan dapat berupa pemekaran dari 1 kecamatan menjadi 2 kecamatan atau lebih, dan/atau penyatuan wilayah desa dan/atau Kelurahan dari beberapa kecamatan. Lebih lanjut dijelaskan oleh lebih lanjut dijelaskan oleh Acim bahwa Kota Mojokerto dengan Luas Wilayah 1.646,54 ha terdiri dari 2 Kecamatan 18 Kelurahan 72 Lingkungan 176 Rukun Warga 655 Rukun Tetangga. Berdasarkan hasil analisis pemusatan kecamatan Prajuritkulon baru terdiri dari 6 Kelurahan yaitu Kelurahan Surodinawan, Prajuritkulon, Blooto, Pulorejo, Kauman, Mentikan. Sedangkan untuk Kecamatan magersari baru terdiri dari Kelurahan yaitu Kedundung, Magersari, Wates, Balongsari, Gedongan dan Gunung Gedongan. Satu lagi Kecamatan Bau yaitu Kelurahan Kanggan, Miji, Meri, Jagalan, Sentanan dan Purwotengah.
Narsumber lainnya Camat magersari Abdur Rahman Tuwo saat sosialisasi di Kelurahan Balogsari kamis 2/10/2014 menyampaikan, tujuan dari pemekaran ini adalah untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Percepatan pertumbuhan kehidupan demokrasi. Percepatan pelaksanaan pembangunan perekonomian daerah. Percepatan pengelolaan potensi daerah. Sementara kedudukan dan tugas Kecamatan Kecamatan merupakan perangkat daerah kab/kota sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dan dipimpin oleh Camat. Tugas Camat dalam melaksanakan pelayanan masyarakat meliputi melakukan kegiatan perencanaan kegiatan pelayanan kepada masyarakat di kecamatan, melakukan percepatan pencapaian standar minimal di wilayahnya. Melakukan pembinaan dan pengawasan thd pelaksanaan pelayanan kpd masyarakat di kecamatan. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kecamatan. Melaporkan pelaksanaan keg pelayanan kpd masyarakat di wil kecamatan kepada Walikota.
Adapun tugas Kelurahan adalah Pelaksanaan kegiatan pemerintahan kelurahan. Pemberdayaan masyarakat. Pelayanan masyarakat. Penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. Pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum dan Pembinaan lembaga kemasyarakatan. Dengan demikian diharapkan dapat menyelesaikan persoalan pelayanan public yang dapat mempengaruhi, yaitu aspek penyelenggaraannya, aspek dukungan sumber daya manusianya dan kelembagaan atau isntiusinya. Dalam halpenyelenggaraan pada umumnya kurang reponsif, kurang informative, kurang accessible untuk ini dipengarui oleh adanya jarak jangkauan masyarakat. Kurang koordinasi, terlaku birokratis dan kurang mau mendengar adanya keluhan/saran dan aspirasi masyaraka.
Dalam hal sumber daya manusia, kurangnya profesionalisme, kompetensi, empati dan etika aparatur. Sedangkan masalah kelembagaan pada umumnya adanya desain organisasi yang hirarki membuat pelayanan berbelit-belit dan tidak terkoordinasi dengan baik. Dengan adanya pemekaran kecamatan ini kata Tuwo, diharapkan Pemerintah kecamatan dan kelurahan sebagai ujung tombak/aparat terdepan dalam pelayanan masyarakat dapat lebih memaksimalkan kinerjanya karena penduduk yang ditangani semakin sedikit dan sebaliknya akan semakin bertambah aparat pemerintah terdepan yang melayani (lebih responsif terhadap permasalahan warganya). Span ofcontrol (jarak pelayanan) akan semakin dekat sehingga pelayanan publik dapat semakin ditingkatkan. Bertambahnya pusat-pusat pelayanan yang baru yang berarti menambah pusat-pusat pelayanan publik yang pada akhirnya mampu meningkatkan pelayanan. percepatan pembangunan kelurahan sebab belanja rutin dan pembangunan makin merata.
Pada kesempatan tersebut dijelaskan oleh Drs. Imron Kepala Bagian Pemerintahan bahwa, proses pemekaran wilayah kecamatan ini membutuhkan waktu yang yang panang. oleh karena itu pihaknya meminta kesadaran dan dukungan dari segenap elemen masyarakat. Tanpa partisipasi dan dukungan dari masyarakat pembangunan tidak berarti apa-apa.(ri)
Rencana Penataan Wilayah Kota Mojokerto:
No Kecamatan Prajurit Kulon Baru, meliputi: Indeks Sentralitas
1 Surodinawan 149,70
2 Prajurit Kulon 123,32
3 Blooto 66,60
4 Pulorejo 97,99
5 Kauman 37,03
6 Mentikan 133,31
No Kecamatan Baru, meliputi: Indeks Sentralitas
1 Kedundung 176,97
2 Magersari 92,18
3 Wates 169,74
4 Balongsari 138,38
5 Gedongan 107,96
6 Gunung Gedangan 72,89
No Kecamatan Baru, meliputi: Indeks Sentralitas
1 Kranggan 263,59
2 Miji 103,89
3 Meri 103,15
4 Jagalan 211,80
5 Sentanan 57,25
6 Purwotengah 94,25
GOTONG ROYONG IDUL QURBAN BERSAMA KIM MEKARSARI, KARANG TARUNA DAN PENGURUS RT
GOTONG ROYONG IDUL QURBAN BERSAMA KIM MEKARSARI, KARANG TARUNA DAN PENGURUS RT
Indahnya kebersamaan itu dapat dirasakan oleh anggota KIM “Mekar Sari” bersama anggota Karang Taruna dan pengurus RT.01/RW.01 Lingkungan Surodinawan Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto. Kebersamaan itu dilaksanakan dalam rangka peringatan Idul Adha/qurban 1435 H. untuk tahun ini panitia selain melaksanakan jamaah salat Idul Adha juga melaksanakan penyembelihan hewan qurban. Sebanyak 10 ekor kambing yang berasal dari warga Rt.01/RW.01 Lingkungan Surodinawan. Koordinatornya adalah bapak-bapak dari pengurus RT setempat dibantu oleh Karang Taruna. Sedangkan ibu-ibu anggota KIM seperti ibu Ida, Listiani, Nunuk, Yuli dan yang lainnya kebagian tugas untuk mendistribusikan daging qurban yang habis disembelih.
Tujuan dari peringatan Idul qurban ini menurut ketua RT setempat adalah untuk meningkatkan kualitas keimanan bagi masyarakat akan kecintaannya terhadap Allah SWT. Keikhlasan dan kepercayaan akan kebesaran Allah SWT seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan Anaknya Nabi Ismail AS setidaknya dapat ditauladani oleh semua umat Islam didunia ini tak terkecuali warga RT.01/RW.01 lingkungan Surodinawn.
Ida Nuryati ketua KIM Mekarsari yang kebagian tugas untuk mendistribusikan daging qurban ini mengatakan, dari 10 ekor kambing tersebut dagingnya dibagikan keselurih warga RT.01 dan diluar RT yang dianggap membutuhkan. Namun inti dari kegiatan ini buan hanya semata-mata untuk membagi daging yang hanya 1 tahun sekali, namun nilai kebersamaan dan kekompakan itulah yang sangat berharga. Hal ini dapat meningkatkan ukwatun islamiah antar sesama umat Islam. Mengingat Idul qurban juga merupakan bagian dari program kerja KIM Mekarsari untuk tahun 2014 ini. Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahun sekali. (ri)
Langganan:
Postingan (Atom)